Saya kaget banget....reaksi terhadap tulisan saya yang membicarakan mengenai how to atau cara menarik uang dan kekayaan mendapatkan banyak cercaan, baik di medsos maupun blog-blog saya.  Bahkan banyak yang kemudian memilih unfriend dengan saya! Duh kok gini......?

Saya katakan jelas bahwa masalah keuangan di rumah tangga menduduki porsi sampai 70 %, kenapa saya tak boleh membahasnya?....Setidaknya bila kita tahu ilmunya akan mengurangi pertengkaran di dalam rumah tangga kita. Dan saya membicarakan hal ini pun semoga bermanfaat untuk diri saya sendiri jugak kok! Saya seneng lihat senyum anak saya Salsa, bila bapaknya ini punya banyak uang dan membawanya tamasya!

Banyak yang kenudian menjawab; bahwa di dunia ini tak semuanya tak berujung pada masalah uang uang tok! Memang betul sich...tapi kan semuanya butuh uang...hehhhee.
Dan yang membingungkan saya.....mereka menegaskan bahwa kebahagiaan tak selalu berhubungan dengan uang! Waduh.....salah paham nich!

Di tulisan saya jelaskan bahwa untuk menarik uang atau yang lain maka Anda harus bahagia dulu...baru uang datang ke Anda. Artinya justru bukan uang yang membikin Anda bahagia, malah bahagia itu yang mendatang uang! Begono!!

Trus yang lebih berbahaya lagi adalah bahwa bila Anda tidak bahagia (artinya Anda kecewa, MARAH, sedih, dendam, iri, minder, dll) maka uang dan kekayaan Anda bisa lari atau hilang dari Anda. Ngeri kan? Tidak hanya, tidak bisa nambah jumlah harta kita, malah makin berkurang. 

Pemahamannya adalah bahwa bahagia itu jugak wujud dari rasa syukur kita atas nikmat yang diberikan Allah pada kita. Padahal Allah berjanji akan menambah nikmat kita bila kita mau bersyukur! Paham kan??!
Jadi ayo lah terus BAHAGIA jika mau kaya dan tak ingin makin miskin lagi.....hehhhee!
Konsekwensinya sungguh berat bila kita tidak bahagia atau bersyukur......atau disebut sebagai AZABKU SANGAT PEDIH!



Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).2 Jun 2017


Saya terkaget2 ketika di masa Pandemi ada sebuah kantor Pengadilan Agama di sebuah wilayah di Jakarta yang sedang menerima 3.000 gugatan Cerai. Gila nggak tuh kalau bukan masalah uang, trus masalah apa coba?? Di masa kayak gini lho? Maap