Lama sekali saya tidak ketemu seorang sahabat 
Entahlah ketika saya tiba di kota itu
bayangan senyum tulus seorang sahabatpun berkelebat
Tak sulit bagi saya untuk melacak keberadaannya
lewat komunitas alumni sekolah
sayang
di rumahnya saya baru tahu 
dia sudah MENINGGAL!!

Nyesek rasanya
melihat kenyataan yang saya dapat tentang dia!

Bersama anaknya saya pun langsung menuju ke tempat terakhirnya
Anak itu begitu tulus seperti bapaknya
dia mengatakan sangat kehilangan
figur bapak yang sangat menyayanginya!

Saya pun bertemu dengan NUR si bintang kampus dulu
saat tiba di kuburan
yang berhasil disuntingnya
meski saya tak setuju
apa hak saya? hehhee

Dia menangis dan terus menangis
bahkan saat saya tahu datang tangisnya makin jadi
Saya menantapnya tak percaya
Dia paham saya tak percaya
Dia tahu saya mengerti porsi cintanya pada sahabatku
Hingga saya yang paling menentang jalinan cinta itu
Kalian akan menyesal, teriak saya waktu itu.

KAU PUAS sekarang melihat nasibku kan!
Katanya yang terbata-bata di sela tangis
Nasib apa? tanyaku acuh
saya tahu persis dia tak begitu mencintai sahabatku
tentu ini bukan sebuah kehilangan besar baginya
dan tak perlu sandiwara tangis segala.

Jadi Anda tahukan? 
Kenapa kami yang
ngaku bersahabat
tapi sudah puluhan tak ketemu
tak ada upaya silahturohmi
karena kebencianku pada wanita ini
bukan cemburu lo...wuek!!

Amak sahabatku heran dengan apa yang terjadi
diantara kami berdua
dia berpamitan padaku untuk menunggu di luar areal makam
dia tak kan memahami kebencianku padanya
pada oarang yang begitu DIPUJA bapaknya!!!

KAU BENAR
Aku menyesal
Aku akan menyesali seumur hidupku!
Bahkan di kuburku kelak!
Sewotnya terus menerus.....
Aku tetap dalam posisi menaburkan bunga
dan komat-kamit berdo'a dan membacakan ayat-ayat suci.

Aku menyesal karena
TAK PERNAH MEMBAHAGIAKANNYA!!
Dia yang selalu membahagiakanku...
Aku selalu menuntut
dan dia selalu NURUT!!
Tuhan....
Betapa tidak seimbangnya kami!!
Keluarga yang TIMPANG atas egoku...
Dan kau sudah MERAMALKAN itu!!

Aku tersenyum sambil berlalu
TAPI dia menahanku....
menghalang-halangi jalanku
untuk mendengar sumpah serapah PENYESALANNYA!
yang dulu pernah aku sampaikan
Kenapa aku mesti mendengar
sesuatu yang sudah kuduga.....
wkkwkkwkk
sesal sendiri, jangan ajak2!!!
Nyesel nggak??
Nyesel Nggak?